Contoh soal menghitung pengukuran dengan jangka sorong (1)

Jangka sorong banyak digunakan untuk mengukur ketebalan ataupun lebar sebuah benda kecil. Penggunaan jangka sorong memberikan hasil yang lebih baik dibanding penggaris.

Hasilnya lebih teliti dan tepat.


Konsep soal

Sebelum mengerjakan soalnya, kita perhatikan dulu bagaimana cara pengukuran menggunakan jangka sorong.
Perhatikan juga rumus yang dipakai.


Lihat gambar di atas.
Ada dua bagian penting dari jangka sorong :
  • Skala utama → Ditunjuk panah merah (bagian atas jangka sorong)
  • Skala nonius → Ditunjuk panah oranye (bagian bawah jangka sorong)


Rumus menghitung

Untuk mendapatkan hasil pengukuran dengan jangka sorong, caranya sebagai berikut.

Hasil = skala utama + skala nonius ÷ 100

Yang dibagi 100 adalah skala nonius saja dan satuan perhitungan selalu dalam "cm".

Nah...
Itulah cara perhitungan jangka sorong.

Soal pertama

Baik...
Mari kita coba soal pertama.


Soal :

1. Hitunglah hasil dari pengukuran jangka sorong berikut ini :


Langkah-langkah pengerjaan soal adalah :
  • Menentukan nilai skala utama
  • Menentukan nilai skala nonius


Menentukan nilai skala utama

Perhatikan lagi gambar di bawah dari soalnya.


Skala utama adalah bagian atas jangka sorong.
  • Menentukan nilai skala utama menggunakan patokan angka "0" pada skala nonius
  • Angka nol pada skala nonius (bawah jangka sorong) sudah melewati nilai 4,4 dari skala utama (ditunjuk panah merah).
  • Tanda panah merah menunjukkan nilai 4,4 pada skala utama
Jadi...
Nilai skala utamanya adalah 4,4.



Menentukan nilai skala nonius

Masih menggunakan gambar yang sama.


Untuk skala nonius, penentuannya seperti berikut :
  • Lihat bagian bawah jangka sorong (panah oranye)
  • Lihat dua garis yang saling lurus antara skala nonius dan utama
  • Ternyata, angka 1 dari skala nonius tepat lurus dengan salah satu garis pada skala utama.
  • Sehingga skala noniusnya adalah 1
Jadi...
Nilai skala noniusnya adalah 1.



Menentukan hasil perhitungan

Kita sudah mengetahui nilai dari skala utama dan skala nonius.
  • Skala utama = 4,4
  • Skala nonius = 1
Hasil = skala utama + skala nonius ÷ 100

Hasil = 4,4 + [1 ÷ 100]
  • Selesaikan dulu pembagiannya
Hasil = 4,4 + 0,01

Hasil = 4,41 cm

Nah...
Inilah hasil pengukuran jangka sorong di atas, yaitu 4,41 cm.


Soal kedua

Selanjutnya kita coba soal kedua.
Langkahnya masih sama dengan soal pertama.


Soal :

2. Carilah hasil pengukuran di bawah ini :



Selalu, langkahnya menentukan skala utama dan skala nonius.


Menentukan nilai skala utama

Lihat gambar di bawah.


Skala utama ditunjukkan oleh panah warna merah (bagian atas jangka sorong)
  • Untuk menentukan skala utama, perhatikan angka nol dari skala noniusnya
  • Angka nol skala nonius sudah melewati nilai 5,3
  • Jadi skala utamanya adalah 5,3
Kita sudah mendapatkan skala utama adalah 5,3.



Menentukan nilai skala nonius

Perhatikan gambar yang sama dengan di atas.


Penentukan skala nonius :
  • Lihat skala nonius (bagian bawah jangka sorong)
  • Carilah garis pada skala nonius yang lurus atau segaris dengan skala utama
  • Kita dapatkan angka 4 dari skala nonius lurus dengan satu garis pada skala utama (panah warna oranye)
  • Itulah nilai dari skala noniusnya, yaitu 4
Jadi...
Skala nonius adalah 4.



Menentukan hasil pengukuran

Data lengkap sudah diperoleh pada soal :
  • Skala utama = 5,3
  • Skala nonius = 4
Hasil = skala utama + skala nonius ÷ 100

Hasil = 5,3 + [4 ÷ 100]
  • Selesaikan dulu pembagiannya
Hasil = 5,3 + 0,04

Hasil = 5,34 cm

Seperti itulah cara pengukuran menggunakan jangka sorong dan satuannya selalu dalam cm.
Semoga membantu ya!!


Baca juga ya :

Post a Comment for "Contoh soal menghitung pengukuran dengan jangka sorong (1)"